16 March 2013
Ini tempat hostel kami menginap, namanya The House Hostel, pemiliknya Mr Yoo.
Ini tempat hostel kami menginap, namanya The House Hostel, pemiliknya Mr Yoo.
Di malam kami tiba, kami langsung diberi map
peta Sokcho dan diberi penjelasan tempat-tempat
wisata dan bis-bis yang dapat digunakan. Wih benar-benar pelayanan yang bagus.
Hostelnya cozy sekali, no wonder dapat
award dari Trip Advisor kalau ga salah…sebagai The Best Atmosphere Hostel.
Dapur dan terasnya oke sekali.
Ni fotonya. (ref hostel ini dapat dari bukunya CK Claudia Kaunang :) well I guess young travelers here all have her books now :)) )
Untuk mencuci baju, feenya 500 won x 4 koin, jadi ada semacam alat tempat memasukkan koin dan mesin cuci pun berjalan. Lumayanlah, karena cucian saya banyak, yaiyalah baju 4 hari alias 4 pasang atas bawah beserta jilbab. :D
![]() |
Terrace House Hostel Sokcho |
![]() |
Pantry House Hostel Sokcho |
Untuk mencuci baju, feenya 500 won x 4 koin, jadi ada semacam alat tempat memasukkan koin dan mesin cuci pun berjalan. Lumayanlah, karena cucian saya banyak, yaiyalah baju 4 hari alias 4 pasang atas bawah beserta jilbab. :D
Dispenser kopi/minuman ringannya juga
memakai alat sistem koin.
Bed Room House Hostel |
Oyah ini foto kamarnya, double
room dengan kamar mandi di dalam, ratenya sangat murah yaitu 30,000
won.
Ini rute wisata kami :
1. Abai Village
Endless Love movie advert |
Untuk
menuju tempat ini, kami meminta bantuan sekelompok anak kecil Korea yang
kebetulan sedang duduk-duduk di halte bis. Karena mereka kebingungan menjelaskan dengan bahasa Korea kepada kami,
akhirnya mereka mengutarakan akan mengantar kami jalan kaki. Dan ternyata tidak
terlalu jauh, sekitar 20 menit jalan kaki. Sebagai imbalan, kami memberikan
uang Indonesia kepada mereka, dan mereka terlihat sangat senang sekali. Ah kami
jadi menyesal kenapa tidak berfoto bareng dengan mereka. Hiksss. Semoga suatu saat bisa bertemu lagi.
Getek alias rakit alias small boat untuk menyebrang |
Rumahnya Eun Seo sudah berubah jadi tempat jualan makanan ringan khas Sokcho.
Stall in Abai Village - Endless Love movie |
Pantai di Sokcho area |
Hmm, orang Korea Selatan memang pintar dalam merawat dan mempromosikan daerah mereka melalui film-film tenarnya.
2. Gunung Seoraksan
Dari Sokcho, kami naik bis nomer 11 kira-kira 30 menit menuju Gunung Seorak, tarifnya 1000 won saja.
Seorak River stone |
Kami pun sempat sholat zuhur dan ashar di bebatuan sungainya lho. :D Kapan lagi cobaaa :D
Alhamdulillaah. :)
3. Rodeo Street
Malamnya kami
berkeliling berjalan kaki melewati Rodeo Street lagi yang tak jauh dari hostel.
Tapi ternyata kawasan
ini jam 7 malam sudah mulai tutup toko-tokonya, akhirnya kami memutuskan untuk
balik lagi ke hostel. Namun sempat juga kami membeli sarung tangan, tas, dan
kaos kaki di toko yang sudah hampir tutup , harganya lumayan murah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar