Sabtu, 29 November 2008

Nenek atau....ibu-ibu ya

Kemarin malam kedua kalinya bertemu dengan seorang nenek di angkot 56 dari pangkalan arah Uki - Cileungsi. Eh…mungkin dia gak mau ya dipanggil nenek..jadi manggil apa ya …ibu-ibu?
Pertama kali bertemu dengannya..whuww takjub banget. Dia duduk di seberang bangkuku. Rambutnya sudah putih semua begitu pula dengan alis dan bulu matanya..tapi gaya berpakaiannya masih berjiwa muda padahal mungkin kira-kira umurnya sudah 65 tahun keatas . Sepertinya dia habis pulang kerja. Dengan rambut digelung rapi, blus putih dengan bros manis, rok pendek selutut, plus jam tangan model sport bertali kulit coklat.
But, no matter how she's dressing on..still age can't lie..hehe
Aku pikir bukan aku aja deh yang merhatiin dia.. Selama dia duduk di depanku..padahal aku berusaha ga merhatiin dia, tapi tetep aja mata ini gak tahan untuk CCP ke arahnya…hehe (CCP karena pengen melihat detail nenek ini).
Kedua kali..dia duduk pas di sebelahku tapi akhirnya dia pindah tempat karena kesempitan ke bangku yang di tengah. Tuh kan penghuni angkot disekitarnya juga pada merhatiin dia. Hehe. Ga penting deh.

Satu hal yang aku pikirkan adalah..God I don’t want looks so old like that when I getting older later. Jadi terpikir iklan-iklan kosmetik anti aging di teve..seperti : melawan 7 tanda penuaan, miracle cream…dan banyak cream-cream lainnya.
Betapa para produsen pun sudah tau pikiran para kaum wanita…hahaha. Tambah menakut-nakuti saja tuh iklan.

1 komentar:

nambongo mengatakan...

mungkin aja tu nenek lg keganggu pikiran/mentalnya (ga waras). Soalnya, pengalaman ama tetangga mertuaku, ada ibu yg suka banget memakai pakaian kerja. modis abis. tp kerjanya cuma keliling dari rumah ke rumah sambil cerita klo dia dulu kaya raya. katanya sih, ibu itu dulu emang kaya raya, tp kemudian suaminy terbelit utang, akhirnya jatuh miskin.

mungkin lho ya